suatu ketika ada dua ekor binatang yang kecil, dari kedua binatang tersebut memiliki ciri yang berbeda serta kemampuan yang unik dan beda juga. Waktu mereka ketemu banyak hal yang dibicarakan, hingga sampai ujung pembicaraan mereka mengadakan suatu pertandingan untuk mencari siapa dianatara mereka yang akan juara. Ketika kata sepakat sudah saling diucapakan dimulailah perlombaan tersebut. Apa yang akan mereka pertandingkan? Mereka ingin mengadu kecepatan untuk mencapai suatu tujuan. Kedua binatang tersebut ialah kelinci dan kura-kura. Mereka kedua binatang yang mulanya tidak terlalu akrab.
mulailah pertandingan itu, pertama pertandingan lari dengan jarak 100 m dengan jalan yang lurus. pertandingan awal ini dimenangkan oleh si kura-kura. Karena kekalahannya si kelinci jenkel, hingga mengajak atau mengulangi pertandingannya lagi. Sehingga akhirnya si kura-kura menyetujuhinya. Dengan pertandingan yang sama mereka berdua saling beradu kecepatan, sayang pertandingan kedua ini si kura-kura harus mengakui kecepatan lari si kelinci. Karena skornya sama-sama satu si kura-kura, si kura-kura tidak terima dirinya dikalahkan si kelinci. Apa yang terjadi selanjutnya? Si kura-kura mengajak si kelinci untuk pertandingan yang ke tiga, si kelinci pun mengabulkan permintaan nya sang kura-kura. Si kelinci sekarang yang menentukan jalannya, jalan yang ditentukan si kelinci ini sangat jauh. Dimana jalannya melewati banyak rintangan seperti gunung, hutan, sawah hingga suatu padang rumput sebagai tempat finishnya. Tak lama kemudian pertandingan dimulai, si kelinci dengan cepat berlari meyelesaikan jalurnya begitu juga si kura-kura. Nah, akhirnya keunggulan si kelinci menjadikannya menjadi pemenang lagi. Karena si kura-kura belum puas dengan hasilnya, si kura-kura meminta pertandingan di ulang dengan jalur yang sama. "Oke" kata si kelinci. Dengan pertandingan yang diulang ini si kura-kura berharap dapat menjadi pemenangnya, tetapi ketika pertandingan yang sudah berjalan si kura-kura kalah cepat lagi dengan si kelinci. "ya, kalah lagi" kata si kura-kura.
Bukannya pertandingan berakhir tetapi si kura-kura mengajak lagi perlombaannya. "curang kalau yang menentukan alurnya cuman kamu (kelinci)" kata si kura-kura. "ya sudah, sekarang kamu (kura-kura) yang menentukan jalannya" kelinci menyauti permintaan si kura-kura. "Oke, sekarang rutenya melewati gunung, hutan, sawah, dan sungai" kura-kura menanggapi si kelinci. "hahhahahah . . . . ." si kelinci tertawa karena pikirnya dia bakal menang lagi. "kamu yakin bisa menang sekarang" tanya si kelinci kepada kura-kura. Si kura-kura tidak menanggapi sautan si kelinci. Pertandingan di mulai, sejak start si kelinci selalu memimpin pertandingan itu. Melewati gunung, hutan, dan sawah dengan mudah kelinci melewatinya, tetapi sampai diakhir untuk melewati sungai si kelinci hanya terdiam serta mondar-mandir menunggu si kura-kura yang belum sampai juga. Karena takut terdahului oleh si kura-kura, sang kelinci memeras otaknya untuk memikirkan supaya dia bisa melewati sungai itu. Tak lama kemudian, si kura-kura datang dan si kelinci masih dalam keadaan kebingunan untuk mencari cara supaya dapat menyebrangi sungai tersebut. Dengan kebaikan dari si kura-kura, si kelinci diajak untuk menyebrangi sungai tersebut secara bersama-sama. Tetapi apa!!
"memang kamu bisa menyebrangi sungai itu, orang kamu saja sering kalah dari aku" keraguan si kelinci dengan tawaran sang kura-kura. "sekarang terserah kamu, untuk bisa yakin dengan aku" kata si kura-kura. Dengan berpikir lama dan mematangkan akibatnya si kelinci menyetujuinya. "Sekarang kamu naik di atas tempurung aku" kata si kura-kura. Karena si kelinci sudah percaya dengan hatinya kalau si kura-kura akan berniat baik maka kelinci mengikuti saja perintah sang kura-kura. Dengan tenang si kura-kura menggendong kelinci di atas tempurungnya. "pelan-pelan dan jangan bergoyang iya, kawan (kura-kura)" kata kelinci yang pobia dengan air. "tenang saja kamu, asal kamu yakin dengan aku dan kamu tidak usah takut sampai gemetaran begitu" sautan kura-kura. Akhirnya pertandingan yang terakhir tidak ada pemenangnya, karena mereka berdua telah menjadi pemenang.
Pemenang merupakan suatu tujuan bagi siapa pun, tetapi bagaimana jalanya itu semua berbeda-beda. Tetapi kemenangan akan terasa mudah bila kita ingin mengerjakannya bersama-sama serta mencerna pendapat atau saran dari orang lain. Untuk menjadi sang juara tinggalkan keraguan, buanglah sifat sombong, junjunglah kebersamaan denga penuh keyakinan. Pasti engkau akan dekat dengan sang juara. Dalam melakukan suatu tindakan kita juga harus fokus dengan tujuan itu, supaya kita dapat mengerjakannya secara profisional.
Jadilah Anda orang yang sukses dang juara. . .!!!!
.........
mulailah pertandingan itu, pertama pertandingan lari dengan jarak 100 m dengan jalan yang lurus. pertandingan awal ini dimenangkan oleh si kura-kura. Karena kekalahannya si kelinci jenkel, hingga mengajak atau mengulangi pertandingannya lagi. Sehingga akhirnya si kura-kura menyetujuhinya. Dengan pertandingan yang sama mereka berdua saling beradu kecepatan, sayang pertandingan kedua ini si kura-kura harus mengakui kecepatan lari si kelinci. Karena skornya sama-sama satu si kura-kura, si kura-kura tidak terima dirinya dikalahkan si kelinci. Apa yang terjadi selanjutnya? Si kura-kura mengajak si kelinci untuk pertandingan yang ke tiga, si kelinci pun mengabulkan permintaan nya sang kura-kura. Si kelinci sekarang yang menentukan jalannya, jalan yang ditentukan si kelinci ini sangat jauh. Dimana jalannya melewati banyak rintangan seperti gunung, hutan, sawah hingga suatu padang rumput sebagai tempat finishnya. Tak lama kemudian pertandingan dimulai, si kelinci dengan cepat berlari meyelesaikan jalurnya begitu juga si kura-kura. Nah, akhirnya keunggulan si kelinci menjadikannya menjadi pemenang lagi. Karena si kura-kura belum puas dengan hasilnya, si kura-kura meminta pertandingan di ulang dengan jalur yang sama. "Oke" kata si kelinci. Dengan pertandingan yang diulang ini si kura-kura berharap dapat menjadi pemenangnya, tetapi ketika pertandingan yang sudah berjalan si kura-kura kalah cepat lagi dengan si kelinci. "ya, kalah lagi" kata si kura-kura.
Bukannya pertandingan berakhir tetapi si kura-kura mengajak lagi perlombaannya. "curang kalau yang menentukan alurnya cuman kamu (kelinci)" kata si kura-kura. "ya sudah, sekarang kamu (kura-kura) yang menentukan jalannya" kelinci menyauti permintaan si kura-kura. "Oke, sekarang rutenya melewati gunung, hutan, sawah, dan sungai" kura-kura menanggapi si kelinci. "hahhahahah . . . . ." si kelinci tertawa karena pikirnya dia bakal menang lagi. "kamu yakin bisa menang sekarang" tanya si kelinci kepada kura-kura. Si kura-kura tidak menanggapi sautan si kelinci. Pertandingan di mulai, sejak start si kelinci selalu memimpin pertandingan itu. Melewati gunung, hutan, dan sawah dengan mudah kelinci melewatinya, tetapi sampai diakhir untuk melewati sungai si kelinci hanya terdiam serta mondar-mandir menunggu si kura-kura yang belum sampai juga. Karena takut terdahului oleh si kura-kura, sang kelinci memeras otaknya untuk memikirkan supaya dia bisa melewati sungai itu. Tak lama kemudian, si kura-kura datang dan si kelinci masih dalam keadaan kebingunan untuk mencari cara supaya dapat menyebrangi sungai tersebut. Dengan kebaikan dari si kura-kura, si kelinci diajak untuk menyebrangi sungai tersebut secara bersama-sama. Tetapi apa!!
"memang kamu bisa menyebrangi sungai itu, orang kamu saja sering kalah dari aku" keraguan si kelinci dengan tawaran sang kura-kura. "sekarang terserah kamu, untuk bisa yakin dengan aku" kata si kura-kura. Dengan berpikir lama dan mematangkan akibatnya si kelinci menyetujuinya. "Sekarang kamu naik di atas tempurung aku" kata si kura-kura. Karena si kelinci sudah percaya dengan hatinya kalau si kura-kura akan berniat baik maka kelinci mengikuti saja perintah sang kura-kura. Dengan tenang si kura-kura menggendong kelinci di atas tempurungnya. "pelan-pelan dan jangan bergoyang iya, kawan (kura-kura)" kata kelinci yang pobia dengan air. "tenang saja kamu, asal kamu yakin dengan aku dan kamu tidak usah takut sampai gemetaran begitu" sautan kura-kura. Akhirnya pertandingan yang terakhir tidak ada pemenangnya, karena mereka berdua telah menjadi pemenang.
Pemenang merupakan suatu tujuan bagi siapa pun, tetapi bagaimana jalanya itu semua berbeda-beda. Tetapi kemenangan akan terasa mudah bila kita ingin mengerjakannya bersama-sama serta mencerna pendapat atau saran dari orang lain. Untuk menjadi sang juara tinggalkan keraguan, buanglah sifat sombong, junjunglah kebersamaan denga penuh keyakinan. Pasti engkau akan dekat dengan sang juara. Dalam melakukan suatu tindakan kita juga harus fokus dengan tujuan itu, supaya kita dapat mengerjakannya secara profisional.
Jadilah Anda orang yang sukses dang juara. . .!!!!
.........



0 komentar:
Posting Komentar