Suatu kisah empat kawan yang melarikan diri saat ospek. Empat anak tersebut ialah Dondon, Bang Jack, Eko, dan Dito. Mereka melarikan diri dari ospek karena takut dimarahin sama kakak angkatan. Maklum saja keempat anak tersebut sangat bandel. Susah sekali mematuhi aturan. Dalam kisahnya melarikan diri dari ospek malahan bukan untuk senang-senang saja tetapi pengalaman yang sangat luar biasa mereka dapatkan saat tidak mengikuti ospek. Pengalaman yang konyol serta nekat dengan berbekal diri. Dikiranya kabur dari kegiatan itu mereka dapat langsung senang-senang di kota Bandung. Sore, setelah selesai kuliah mereka langsung pada pergi ke stasiun untuk mencari kereta jurusan Bandung. Nasib konyol serta nasib yang buruk menimpa empat anak tersebut. Bagaimana tidak, setelah sampai stasiun Jakarta Kota kereta yang ingin mereka tumpangin sudah lebih dahulu jalan 15 menit yang lalu.
Malang sudah nasib mereka, semua transportasi pada malam itu sudah habis semua karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Dengan kondisi yang seperti itu mereka kebingungan serta lapar mulai menderanya. Berjalan menelusuri kawasan Ibu Kota membuat nyalinya menjadi ciut.
Malang sudah nasib mereka, semua transportasi pada malam itu sudah habis semua karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Dengan kondisi yang seperti itu mereka kebingungan serta lapar mulai menderanya. Berjalan menelusuri kawasan Ibu Kota membuat nyalinya menjadi ciut.
Ketika melihat sebuah warteg dipinggiran jalan keempat anak tersebut langsung mampir, tetapi sebelum mampir ke warteg tersebut mereka berpikir-pikir dahulu karena takut makanannya mahal. Setelah mempertimbangkan semua biaya yang akan mereka keluarkan, akhirnya masuk juga ke warteg ke empat anak tersebut. Karena ongkos yang mereka bawa sangat minim, mereka memilih-milih makanan yang murah di warteg tersebut. Setelah selesai makan mereka berunding untuk melanjutkan nasibnya. Atas dasar kesepakatan berempat akhirnya memutuskan dan menyimpulkan untuk sidang nasib "harus menunggu pagi, menetap di Ibu Kota semalam tanpa tempat tinggal".
Perjalanan yang akan ditempuh mereka sangatlah melelahkan karena tidak tahu arah tujuan berlabuhnya untuk istirahat. (Berlanjut. . . . ) Episode 2.




0 komentar:
Posting Komentar